Matematika Diskrit

Kondisional, Bikondisional & Kesetaraan Logis

Logika Proposisi · Bab 1

Kondisional, Bikondisional & Kesetaraan Logis

Dari kalimat, pernyataan, negasi, konjungsi & disjungsi — hingga implikasi, varian, dan hukum aljabar proposisi.

30
Slide
4
Kuis
0%
Progres

Bab Materi

6 bab

Apersepsi: Dasar Logika

Kalimat · Kalimat Terbuka · Pernyataan · Negasi · Konjungsi · Disjungsi

Kondisional & Varian Implikasi

Implikasi · Vacuously True · Konvers · Invers · Kontraposisi

Bikondisional

If and only if · Syarat Perlu & Syarat Cukup

Ekivalensi Logis

Tautologi · Kontradiksi · Kontingensi · Ekivalensi Penting

Hukum Aljabar Proposisi

De Morgan · Distributif · Absorpsi · Komplemen · Idempoten

Rangkuman & Penutup

Poin-poin kunci & kesimpulan materi

Uji Pemahaman

4 Kuis Interaktif

Pilihan Ganda · Benar/Salah · Drag & Drop

Matematika Diskrit · Logika Proposisi

Kondisional, Bikondisional & Kesetaraan Logis

Dari kalimat hingga hukum aljabar proposisi

Apersepsi Implikasi Varian Bikondisional Ekivalensi Hukum Aljabar

Mata Kuliah: Matematika Diskrit

Konteks: NTT & Jember, Jawa Timur

Gunakan tombol ← → atau swipe untuk berpindah slide.

00 Peta Materi

Fokus: menguasai implikasi, variannya, serta hukum aljabar proposisi

1. Apersepsi — Dasar Logika

Kalimat, kalimat terbuka, pernyataan, negasi, konjungsi, serta disjungsi inklusif & eksklusif.

2. Kondisional & Varian

Implikasi $p \rightarrow q$, vacuously true, konvers, invers, dan kontraposisi.

3. Bikondisional

Definisi if and only if (iff), serta syarat perlu dan syarat cukup.

4. Ekivalensi Logis

Ekivalensi, tautologi, kontradiksi, dan kontingensi.

5. Hukum Aljabar Proposisi

De Morgan, komutatif, asosiatif, distributif, absorpsi, idempoten, komplemen.

Konteks lokal: Semua contoh menggunakan NTT (Kupang, Labuan Bajo, Danau Kelimutu, Pulau Komodo) dan Jember (Pantai Papuma, kopi, tembakau, kakao).
Bagian 01

Apersepsi: Dasar-Dasar Logika

Sebelum masuk ke implikasi, kita pahami dulu: apa itu kalimat, kalimat terbuka, pernyataan, negasi, konjungsi, dan disjungsi.

A1 Kalimat

Rangkaian kata yang memiliki arti

Kalimat adalah rangkaian kata yang memiliki makna dan dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Jenis Kalimat

  • Deklaratif (berita): "Danau Kelimutu berada di Flores."
  • Interogatif (tanya): "Berapa harga tiket ke Pulau Komodo?"
  • Imperatif (perintah): "Bawalah jaket ke Bromo!"
  • Eksklamatif (seru): "Indahnya Pantai Papuma!"
Penting: Hanya kalimat deklaratif yang dapat dinilai benar atau salah. Kalimat tanya, perintah, dan seru bukan pernyataan.
Contoh Lokal
  • "Kopi Arabika Jember ditanam di lereng Argopuro." — deklaratif
  • "Apakah Labuan Bajo termasuk kabupaten Manggarai Barat?" — interogatif
  • "Kunjungi Danau Kelimutu saat matahari terbit!" — imperatif

A2 Kalimat Terbuka

Belum dapat ditentukan benar atau salah

Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung variabel sehingga belum dapat ditentukan nilai benar atau salahnya. Kalimat terbuka bukan pernyataan.

$$ x + 3 = 7 $$

Mengapa Bukan Pernyataan?

Karena nilai $x$ belum diketahui. Jika $x = 4$, kalimat menjadi benar. Jika $x = 5$, kalimat menjadi salah. Selama variabelnya belum diganti, kalimat ini tidak bisa dinilai.

Contoh Lokal
  • "Kota $x$ berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur." — bergantung nilai $x$.
  • "$n$ adalah jumlah kecamatan di Kabupaten Jember." — bergantung nilai $n$.
  • "Harga tiket masuk Pantai Papuma adalah $p$ rupiah." — bergantung nilai $p$.
Kesimpulan: Kalimat terbuka dapat berubah menjadi pernyataan jika variabelnya diganti dengan nilai tertentu.

A3 Pernyataan (Proposisi)

Kalimat deklaratif yang bernilai benar atau salah

Pernyataan (proposisi) adalah kalimat deklaratif yang memiliki nilai kebenaran benar (B) atau salah (S), tetapi tidak keduanya sekaligus.

$$ p,\; q,\; r,\; \dots $$

Contoh Pernyataan

  • "Ibu kota Provinsi NTT adalah Kupang." (B)
  • "Danau Kelimutu berada di Kabupaten Ende." (B)
  • "Jember berada di Provinsi Jawa Barat." (S)
  • "Kopi bukan komoditas andalan Jember." (S)

Bukan Pernyataan

  • Kalimat tanya: "Apakah Pulau Komodo aman dikunjungi?"
  • Kalimat perintah: "Pergilah ke Labuan Bajo!"
  • Kalimat seru: "Betapa indahnya Pantai Papuma!"
  • Kalimat terbuka: "$x$ adalah ibu kota NTT."

A4 Negasi (Ingkaran)

Membalik nilai kebenaran pernyataan

Negasi dari pernyataan $p$ adalah pernyataan baru yang bernilai benar jika $p$ salah, dan bernilai salah jika $p$ benar.

$$ \sim p \quad \text{atau} \quad \neg p \quad \text{atau} \quad \bar{p} $$
$p$$\sim p$
BS
SB
Contoh Lokal

Negasi Pernyataan

  • $p$: "Kupang adalah ibu kota NTT." (B)
    $\sim p$: "Kupang bukan ibu kota NTT." (S)
  • $q$: "Jember terkenal karena kopi." (B)
    $\sim q$: "Jember tidak terkenal karena kopi." (S)
  • $r$: "Danau Kelimutu berada di Jawa Timur." (S)
    $\sim r$: "Danau Kelimutu tidak berada di Jawa Timur." (B)
Negasi Ganda: $\sim(\sim p) \equiv p$ — negasi dari negasi mengembalikan pernyataan asli.

A5 Konjungsi ($\wedge$)

Kata hubung "dan"

Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan dengan kata hubung "dan", dinotasikan $p \wedge q$.

$$ p \wedge q $$
$p$$q$$p \wedge q$
BBB
BSS
SBS
SSS
Kunci: Konjungsi bernilai BENAR hanya jika kedua pernyataan benar. Jika salah satu saja salah, konjungsi salah.
Contoh Lokal

$p$: "Jember terkenal karena kopi." (B)
$q$: "Jember terkenal karena tembakau." (B)

$$ p \wedge q : \text{"Jember terkenal karena kopi \textbf{dan} tembakau."} \;\; \textbf{(B)} $$

A6 Disjungsi Inklusif ($\vee$)

Kata hubung "atau" — minimal salah satu benar

Disjungsi inklusif adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung "atau" yang membolehkan keduanya benar sekaligus.

$$ p \vee q $$
$p$$q$$p \vee q$
BBB
BSB
SBB
SSS
Kunci: Disjungsi inklusif bernilai SALAH hanya jika kedua pernyataan salah. Selama minimal satu benar, disjungsi benar.
Contoh Lokal

$p$: "Saya akan berlibur ke Labuan Bajo."
$q$: "Saya akan berlibur ke Danau Kelimutu."

$$ p \vee q : \text{"Saya akan berlibur ke Labuan Bajo \textbf{atau} Danau Kelimutu."} $$

Boleh mengunjungi keduanya, boleh salah satu, boleh juga tidak keduanya.

A7 Disjungsi Eksklusif ($\oplus$)

"Atau … tetapi tidak keduanya"

Disjungsi eksklusif adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung "atau" yang tidak membolehkan keduanya benar sekaligus — harus tepat satu.

$$ p \oplus q $$
$p$$q$$p \oplus q$
BBS
BSB
SBB
SSS
Kunci: Disjungsi eksklusif bernilai BENAR hanya jika tepat satu pernyataan benar. Jika keduanya benar atau keduanya salah, hasilnya salah.
Contoh Lokal

$p$: "Menu sarapan pagi ini nasi."
$q$: "Menu sarapan pagi ini roti."

$$ p \oplus q : \text{"Sarapan pagi ini nasi \textbf{atau} roti."} $$

Tidak mungkin sarapan nasi sekaligus roti dalam satu piring.

Perbedaan kunci: "atau" pada disjungsi inklusif = boleh keduanya. "atau" pada disjungsi eksklusif = harus pilih satu, tidak boleh keduanya.

A8 Rangkuman Apersepsi

Perbandingan semua operator dasar

Operator Simbol Benar jika…
Negasi$\sim p$$p$ salah
Konjungsi$p \wedge q$keduanya benar
Disjungsi Inklusif$p \vee q$minimal satu benar
Disjungsi Eksklusif$p \oplus q$tepat satu benar
Kalimat
↓
Kalimat Terbuka / Pernyataan
↓
Pernyataan Majemuk
↓
Negasi · Konjungsi · Disjungsi
Kesimpulan: Apersepsi ini adalah fondasi sebelum masuk ke implikasi — karena implikasi $p \rightarrow q$ dapat dinyatakan ulang sebagai $\sim p \vee q$, yang menggunakan disjungsi.

↗ Menuju Implikasi

Dari pernyataan majemuk ke kondisional

Setelah memahami kalimat, pernyataan, negasi, konjungsi, dan disjungsi — kita siap masuk ke pernyataan kondisional.

Benang Merah

Implikasi $p \rightarrow q$ dapat ditulis ulang sebagai $\sim p \vee q$. Jadi, pemahaman tentang negasi dan disjungsi akan sangat membantu ketika kita menganalisis implikasi, variannya, serta hukum-hukum aljabar proposisi.

$$ \underbrace{p \rightarrow q}_{\text{implikasi}} \;\;\equiv\;\; \underbrace{\sim p \vee q}_{\text{negasi + disjungsi}} $$

Yang Akan Dipelajari Selanjutnya

  • Pernyataan kondisional & tabel kebenarannya
  • Varian implikasi: konvers, invers, kontraposisi
  • Pernyataan bikondisional & syarat perlu-cukup
  • Ekivalensi logis, tautologi, kontradiksi
  • Hukum-hukum aljabar proposisi
Bagian 02

Pernyataan Kondisional (Implikasi)

Memahami "jika … maka …", peran hipotesis dan konklusi, serta kapan implikasi bernilai benar atau salah.

1.1 Definisi Pernyataan Kondisional

"Jika $p$ maka $q$" — dinotasikan $p \rightarrow q$

Pernyataan kondisional (implikasi) adalah pernyataan majemuk berbentuk "jika $p$ maka $q$", ditulis:

$$ p \rightarrow q $$

$p$ — Hipotesis (Anteseden)

Pernyataan yang mendahului, yaitu syarat yang diasumsikan benar.

$q$ — Konklusi (Konsekuen)

Pernyataan yang mengikuti, yaitu akibat yang diklaim berlaku apabila hipotesis terpenuhi.

Tabel Kebenaran Implikasi

$p$$q$$p \rightarrow q$
BBB
BSS
SBB
SSB
Kunci utama: Implikasi $p \rightarrow q$ hanya bernilai SALAH ketika hipotesis benar tetapi konklusi salah (baris merah).
Mengapa "S → S" benar? Karena implikasi bukan pernyataan kausal, melainkan janji bersyarat. Jika syaratnya tidak pernah terpenuhi, janji tidak dilanggar.

1.2 Vacuously True & Contoh Lokal

Menghubungkan logika dengan realitas NTT & Jember

Contoh 1 — Hipotesis B, Konklusi B

$p$: "Hari ini cerah di Jember."
$q$: "Petani menjemur tembakau di halaman."

$$ p \rightarrow q : \text{"Jika cerah, maka petani menjemur tembakau."} $$

Hasil: BENAR.

Contoh 2 — Hipotesis B, Konklusi S

$p$: "Saya membeli tiket resmi TN Komodo."
$q$: "Saya dilarang masuk Pulau Komodo."

$$ p \rightarrow q : \text{"Jika beli tiket resmi, maka dilarang masuk."} $$

Hasil: SALAH — satu-satunya kondisi salah.

Contoh 3 — Vacuously True

$p$: "Kupang adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur." (S)
$q$: "Danau Kelimutu berada di Kabupaten Ende." (B)

$$ p \rightarrow q : \text{"Jika Kupang ibu kota Jatim, maka Kelimutu di Ende."} $$

Hasil: BENAR secara vacuously — karena $p$ salah.

Istilah: Implikasi yang benar karena antesedennya salah disebut vacuously true (benar secara hampa).
Bagian 03

Varian-Varian Implikasi

Konvers, Invers, dan Kontraposisi — tiga "kerabat" implikasi dengan hubungan ekuivalensi yang sangat penting.

2.1 Konvers, Invers & Kontraposisi

Diberikan implikasi awal $p \rightarrow q$

Implikasi (Asli)

$$ p \rightarrow q $$

"Jika $p$ maka $q$"

Konvers

Tukar posisi $p$ dan $q$

$$ q \rightarrow p $$

Invers

Negasikan keduanya

$$ \sim p \rightarrow \sim q $$

Kontraposisi

Tukar posisi dan negasikan

$$ \sim q \rightarrow \sim p $$
Dua fakta kunci:
• Implikasi $\equiv$ Kontraposisi — nilainya selalu sama.
• Konvers $\equiv$ Invers — nilainya juga selalu sama.
Peringatan: Konvers dan Invers TIDAK ekuivalen dengan implikasi aslinya. Ini kesalahan logika yang paling sering terjadi.

2.2 Tabel Kebenaran Varian

Membuktikan ekuivalensi secara mekanis

$p$$q$ $p \rightarrow q$ $q \rightarrow p$ $\sim p \rightarrow \sim q$ $\sim q \rightarrow \sim p$
BBBBBB
BSSBBS
SBBSSB
SSBBBB
Perhatikan kolom 3 & 6: polanya identik → $p \rightarrow q \equiv \sim q \rightarrow \sim p$
Perhatikan kolom 4 & 5: polanya identik → $q \rightarrow p \equiv \sim p \rightarrow \sim q$
$$ \underbrace{p \rightarrow q \;\equiv\; \sim q \rightarrow \sim p}_{\text{implikasi} \;\equiv\; \text{kontraposisi}} $$
$$ \underbrace{q \rightarrow p \;\equiv\; \sim p \rightarrow \sim q}_{\text{konvers} \;\equiv\; \text{invers}} $$

2.3 Penerapan Varian Konteks Lokal

Dari Labuan Bajo sampai Pantai Papuma

Nusa Tenggara Timur

Implikasi Awal

$p$: "Saya berada di Labuan Bajo."  ·  $q$: "Saya berada di Provinsi NTT."

$$ p \rightarrow q : \text{"Jika saya di Labuan Bajo, maka saya di NTT."} $$

Konvers

"Jika saya di Provinsi NTT, maka saya di Labuan Bajo."

Tidak ekuivalen — bisa saja saya di Kupang.

Invers

"Jika saya tidak di Labuan Bajo, maka saya tidak di Provinsi NTT."

Tidak ekuivalen.

Kontraposisi

"Jika saya tidak di Provinsi NTT, maka saya tidak di Labuan Bajo."

Ekuivalen — selalu sama nilainya.

Jember, Jawa Timur

Implikasi Awal

$p$: "Hari ini hujan di Jember."  ·  $q$: "Petani menunda panen tembakau."

$$ p \rightarrow q : \text{"Jika hujan, maka petani menunda panen."} $$
Manfaat praktis: Dalam pembuktian matematika, kita sering membuktikan $p \rightarrow q$ melalui kontraposisinya ($\sim q \rightarrow \sim p$) karena kadang jauh lebih mudah. Teknik ini disebut proof by contraposition.
Bagian 04

Pernyataan Bikondisional

"… jika dan hanya jika …" — ketika dua pernyataan selalu memiliki nilai kebenaran yang sama.

3.1 Definisi Bikondisional

If and only if (iff)

Pernyataan bikondisional adalah pernyataan majemuk berbentuk "$p$ jika dan hanya jika $q$", dinotasikan:

$$ p \leftrightarrow q $$

Dalam bahasa Inggris disebut if and only if (iff). Bikondisional bernilai BENAR apabila $p$ dan $q$ memiliki nilai kebenaran yang sama.

$p$$q$$p \leftrightarrow q$
BBB
BSS
SBS
SSB

Bikondisional sebagai Gabungan Dua Implikasi

$$ p \leftrightarrow q \;\equiv\; (p \rightarrow q) \;\wedge\; (q \rightarrow p) $$
Membaca logis: "$p$ jika dan hanya jika $q$" = "$p$ jika $q$" ($q \rightarrow p$) DAN "$p$ hanya jika $q$" ($p \rightarrow q$). Keduanya harus berlaku.

3.2 Syarat Perlu & Syarat Cukup

Necessary and sufficient conditions

Syarat Cukup (Sufficient)

Pada $p \rightarrow q$, $p$ adalah syarat cukup bagi $q$. Terpenuhinya $p$ sudah menjamin $q$ terjadi.

Syarat Perlu (Necessary)

Pada $p \rightarrow q$, $q$ adalah syarat perlu bagi $p$. Tanpa $q$, mustahil $p$ terjadi.

Ilustrasi: "Jika bilangan habis dibagi 4, maka bilangan itu genap."
• "Habis dibagi 4" → syarat cukup untuk "genap".
• "Genap" → syarat perlu untuk "habis dibagi 4".
Penerapan Konteks Lokal

Taman Nasional Komodo

$p$: "Wisatawan memiliki tiket resmi TN Komodo."
$q$: "Wisatawan diizinkan masuk Pulau Komodo."

$$ p \leftrightarrow q $$

"Seseorang dapat masuk Pulau Komodo jika dan hanya jika ia memiliki tiket resmi."
• Punya tiket = syarat perlu (tanpa tiket tidak boleh masuk).
• Punya tiket = juga syarat cukup menurut aturan ini.

Kopi Arabika Jember

$p$: "Tanaman kopi ditanam > 1.000 mdpl di lereng Argopuro."
$q$: "Biji kopi berkembang menjadi arabika berkualitas."

$$ p \leftrightarrow q $$
Bagian 05

Ekivalensi Logis, Tautologi & Kontradiksi

Menguji kesetaraan dua pernyataan melalui tabel kebenaran, serta mengenali pernyataan yang selalu benar atau selalu salah.

4.1 Ekivalensi Logis

Ketika dua pernyataan "tak terbedakan" secara logis

Ekivalensi Logis ($P \equiv Q$)

Dua pernyataan majemuk $P$ dan $Q$ disebut ekuivalen secara logis, ditulis $P \equiv Q$, apabila kolom terakhir tabel kebenarannya identik untuk semua kemungkinan nilai variabelnya.

Tautologi

Pernyataan majemuk yang selalu BENAR untuk semua kemungkinan nilai variabelnya.

$$ p \vee \sim p \equiv \mathbf{B} $$

Contoh: "Di Kupang hari ini hujan atau tidak hujan." — selalu benar.

Kontradiksi

Pernyataan majemuk yang selalu SALAH untuk semua kemungkinan nilai variabelnya.

$$ p \wedge \sim p \equiv \mathbf{S} $$

Contoh: "Danau Kelimutu di Ende dan tidak di Ende." — selalu salah.

Kontingensi

Pernyataan majemuk yang bisa benar dan bisa salah, bergantung nilai variabelnya.

$$ p \rightarrow q $$

Uji: $p \rightarrow q \equiv \sim p \vee q$

$p$$q$$\sim p$$p \rightarrow q$$\sim p \vee q$
BBSBB
BSSSS
SBBBB
SSBBB
Kolom 4 & 5 identik → terbukti $p \rightarrow q \equiv \sim p \vee q$. Inilah Hukum Implikasi.

4.2 Lima Ekivalensi Paling Sering Dipakai

Hafalkan — akan sangat sering muncul di soal

Hukum Implikasi

$$ p \rightarrow q \equiv \sim p \vee q $$

Hukum Kontraposisi

$$ p \rightarrow q \equiv \sim q \rightarrow \sim p $$

Negasi Implikasi

$$ \sim(p \rightarrow q) \equiv p \wedge \sim q $$

Hukum Bikondisional

$$ p \leftrightarrow q \equiv (p \rightarrow q) \wedge (q \rightarrow p) $$

Hukum De Morgan

$$ \sim(p \wedge q) \equiv \sim p \vee \sim q $$ $$ \sim(p \vee q) \equiv \sim p \wedge \sim q $$

Cara mengingat: negasi "membalik" operator — $\wedge$ menjadi $\vee$, dan sebaliknya.

Contoh De Morgan:
"Tidak benar bahwa Jember terkenal kopi dan tembakau" $\equiv$ "Jember tidak terkenal kopi atau tidak terkenal tembakau."
Bagian 06

Hukum-Hukum Aljabar Proposisi

Perangkat lengkap untuk menyederhanakan pernyataan logika tanpa harus selalu membuat tabel kebenaran.

5.1 Hukum Aljabar Proposisi

Berlaku untuk $p, q, r$; $\mathbf{B}$ = benar, $\mathbf{S}$ = salah

1. Identitas

$$ p \wedge \mathbf{B} \equiv p \qquad p \vee \mathbf{S} \equiv p $$

2. Dominasi

$$ p \vee \mathbf{B} \equiv \mathbf{B} \qquad p \wedge \mathbf{S} \equiv \mathbf{S} $$

3. Idempoten

$$ p \vee p \equiv p \qquad p \wedge p \equiv p $$

4. Komplemen

$$ p \vee \sim p \equiv \mathbf{B} \qquad p \wedge \sim p \equiv \mathbf{S} $$

5. Negasi Ganda

$$ \sim(\sim p) \equiv p $$

6. Komutatif

$$ p \vee q \equiv q \vee p \qquad p \wedge q \equiv q \wedge p $$

7. Asosiatif

$$ (p \vee q) \vee r \equiv p \vee (q \vee r) $$

8. Distributif

$$ p \wedge (q \vee r) \equiv (p \wedge q) \vee (p \wedge r) $$ $$ p \vee (q \wedge r) \equiv (p \vee q) \wedge (p \vee r) $$

9. Absorpsi

$$ p \vee (p \wedge q) \equiv p \qquad p \wedge (p \vee q) \equiv p $$

10. De Morgan

$$ \sim(p \wedge q) \equiv \sim p \vee \sim q $$ $$ \sim(p \vee q) \equiv \sim p \wedge \sim q $$

11. Implikasi

$$ p \rightarrow q \equiv \sim p \vee q $$

12. Bikondisional

$$ p \leftrightarrow q \equiv (p \rightarrow q) \wedge (q \rightarrow p) $$

5.2 Penyederhanaan dengan Hukum

Membuktikan ekivalensi tanpa tabel kebenaran

Contoh A — Sederhanakan

$(p \wedge q) \vee (p \wedge \sim q)$

$$ \begin{aligned} &(p \wedge q) \vee (p \wedge \sim q) \\ &\equiv p \wedge (q \vee \sim q) &&\text{[Distributif]} \\ &\equiv p \wedge \mathbf{B} &&\text{[Komplemen]} \\ &\equiv p &&\text{[Identitas]} \end{aligned} $$
Hasil: $(p \wedge q) \vee (p \wedge \sim q) \equiv p$

Contoh B — Sederhanakan

$\sim(p \vee \sim q)$

$$ \begin{aligned} &\sim(p \vee \sim q) \\ &\equiv \sim p \;\wedge\; \sim(\sim q) &&\text{[De Morgan]} \\ &\equiv \sim p \;\wedge\; q &&\text{[Negasi Ganda]} \end{aligned} $$
Hasil: $\sim(p \vee \sim q) \equiv \sim p \wedge q$

Contoh C — Tunjukkan Tautologi

$p \rightarrow (p \vee q)$

$$ \begin{aligned} &p \rightarrow (p \vee q) \\ &\equiv \sim p \vee (p \vee q) &&\text{[Implikasi]} \\ &\equiv (\sim p \vee p) \vee q &&\text{[Asosiatif]} \\ &\equiv \mathbf{B} \vee q &&\text{[Komplemen]} \\ &\equiv \mathbf{B} &&\text{[Dominasi]} \end{aligned} $$
Hasil: Selalu benar → tautologi.
Konteks lokal: Jika $p$ = "Saya mengunjungi Danau Kelimutu" dan $q$ = "Saya mengunjungi Pulau Komodo", maka "Jika saya ke Kelimutu, maka saya ke Kelimutu atau Komodo" selalu benar.

06 Rangkuman Materi

Poin-poin kunci yang wajib diingat

Apersepsi

  • Kalimat deklaratif → bisa jadi pernyataan.
  • Kalimat terbuka bukan pernyataan.
  • Negasi: $\sim p$ membalik nilai kebenaran.
  • Konjungsi $\wedge$: benar jika keduanya benar.
  • Disjungsi inklusif $\vee$: benar jika minimal satu benar.
  • Disjungsi eksklusif $\oplus$: benar jika tepat satu benar.

Kondisional & Varian

  • $p \rightarrow q$: salah hanya saat $p$ benar & $q$ salah.
  • Anteseden salah → vacuously true.
  • Konvers $q \rightarrow p$ · Invers $\sim p \rightarrow \sim q$
  • Kontraposisi $\sim q \rightarrow \sim p$
  • $p \rightarrow q \equiv \sim q \rightarrow \sim p$

Bikondisional

  • Benar bila nilai $p$ dan $q$ sama.
  • $p \leftrightarrow q \equiv (p \rightarrow q) \wedge (q \rightarrow p)$
  • Mengandung syarat perlu dan cukup.

Ekivalensi Logis

  • $P \equiv Q$: tabel kebenaran identik.
  • Tautologi: selalu benar ($p \vee \sim p$).
  • Kontradiksi: selalu salah ($p \wedge \sim p$).
  • Kontingensi: bisa benar & salah.

Hukum Utama

$$ \sim(p \wedge q) \equiv \sim p \vee \sim q $$ $$ \sim(p \vee q) \equiv \sim p \wedge \sim q $$ $$ p \rightarrow q \equiv \sim p \vee q $$ $$ \sim(p \rightarrow q) \equiv p \wedge \sim q $$
Kesimpulan: Dengan menguasai varian implikasi dan hukum aljabar proposisi, kita dapat menyederhanakan maupun membuktikan ekivalensi pernyataan logika tanpa harus selalu menyusun tabel kebenaran panjang.
Terima Kasih

Logika adalah Fondasi Berpikir Kritis

"Kondisional, bikondisional, dan kesetaraan logis" melatih kita membedakan argumen yang sah dari kesalahan penalaran.

Matematika Diskrit — Logika Proposisi

Nusa Tenggara Timur  ·  Jember, Jawa Timur

1 / 30

5 Soal Pilihan Ganda

Skor: 0 / 5

1 Implikasi $p \rightarrow q$ bernilai SALAH hanya ketika …

2 Kontraposisi dari "Jika saya di Labuan Bajo, maka saya di Provinsi NTT" adalah …

3 Pernyataan yang ekuivalen dengan $p \rightarrow q$ adalah …

4 Bikondisional $p \leftrightarrow q$ bernilai BENAR apabila …

5 Negasi dari "Jika Jember hujan, maka jalanan basah" adalah …

Tips: Untuk soal negasi implikasi, ingat rumus $\sim(p \rightarrow q) \equiv p \wedge \sim q$. Jangan tertukar dengan kontraposisi!

5 Pernyataan

Skor: 0 / 5
1 Konvers selalu ekuivalen dengan implikasi aslinya.
2 Jika anteseden salah, maka implikasi bernilai benar (vacuously true).
3 Kontraposisi ekuivalen dengan implikasi aslinya.
4 $\sim(p \vee q) \;\equiv\; \sim p \vee \sim q$
5 $p \leftrightarrow q \;\equiv\; (p \rightarrow q) \wedge (q \rightarrow p)$
Implikasi awal: $p \rightarrow q$ → "Jika saya berada di Kupang, maka saya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur."

Cocokkan 3 pernyataan

Benar: 0 / 3

Cara main: tap kartu untuk memilih, lalu tap kotak tujuan. Bisa juga drag di desktop.

Jika saya di Provinsi NTT, maka saya di Kupang.
Jika saya tidak di Kupang, maka saya tidak di Provinsi NTT.
Jika saya tidak di Provinsi NTT, maka saya tidak di Kupang.
Konvers
Invers
Kontraposisi
Cara main: Kelompokkan setiap bentuk ekivalensi sesuai hukumnya. Tap kartu, lalu tap kotak tujuan.

Cocokkan 6 bentuk ekivalensi

Benar: 0 / 6
$\sim(p \wedge q) \equiv \sim p \vee \sim q$
$p \wedge (q \vee r) \equiv (p \wedge q) \vee (p \wedge r)$
$p \vee (p \wedge q) \equiv p$
$\sim(p \vee q) \equiv \sim p \wedge \sim q$
$p \vee (q \wedge r) \equiv (p \vee q) \wedge (p \vee r)$
$p \wedge (p \vee q) \equiv p$
De Morgan
Distributif
Absorpsi

Tentang Materi

Modul ini membahas logika proposisi dengan fokus pada pernyataan kondisional, bikondisional, dan kesetaraan logis — disertai apersepsi dasar (kalimat, kalimat terbuka, pernyataan, negasi, konjungsi, dan disjungsi).

Apersepsi Implikasi Varian Bikondisional Hukum Aljabar

Konteks Lokal

Contoh dan ilustrasi menggunakan konteks:

  • Nusa Tenggara Timur — Kupang, Labuan Bajo, Danau Kelimutu, Pulau Komodo, Kabupaten Ende.
  • Jember, Jawa Timur — Pantai Papuma, kopi arabika, tembakau, kakao, lereng Argopuro.

Cara Menggunakan

  • Beranda — pilih bab materi yang ingin dipelajari.
  • Materi — swipe kiri/kanan atau tap tombol panah untuk berpindah slide.
  • Kuis — 4 jenis kuis interaktif: pilihan ganda, benar/salah, dan dua drag & drop.
  • Info — halaman ini.

Mata Kuliah

Matematika Diskrit
Logika Proposisi — Kondisional, Bikondisional & Kesetaraan Logis.

Pendidikan Matematika Universitas Jember

Catatan

Aplikasi ini berjalan sepenuhnya di peramban (offline-friendly setelah pemuatan pertama). Gunakan mode lanskap atau potret — keduanya didukung.

Versi 2.0 · Mobile Edition

Daftar Slide